pembukaan madin

Pembukaan Madin Pesma An Najah 2020, Kukuh Mengaji di Tengah Pandemi

An Najah News, Kutasari – Memasuki tahun ajaran baru, Pesantren Mahasiswa An-Najah Purwokerto, membuka kegiatan pelaksanaan Madrasah Diniyyah Tahun Dirosah 2020/2021, di Serambi Masjid Pesma An Najah Purwokerto, Rabu (29/9).

Kegiatan pembukaan diikuti oleh seluruh santri yang berada di pesantren secara luring dan bagi santri yang berada di rumah mengikuti secara daring via Channel Youtube Pesma Annajah Purwokerto. Dibukanya kegiatan Madin yaitu untuk mengaktifkan kembali kegiatan Madin yang sebelumnya sempat vakum karena adanya pandemi covid-19.

Khayatul Afifah selaku bagian Akademik  Madin menegaskan tujuan dibukanya kembali kegiatan Madin Pesma An Najah.

“Selain agar proses mengaji berjalan sebagaimana semestinya, juga mendisiplinkan proses belajar mengajar. Selain itu juga akan ditentukan tingkatan kelas, berdasarkan hasil evaluasi kemarin. Di setiap tingkatan ada level kitab atau subjek yang di kaji yang didasarkan kemampuan-kemampuan masing-masing santri,” jelasnya.

Direktur Madin Pesma An Najah, Syaiful Anam dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan Madin di tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pasalnya kegiatan di laksanakan di tengah pandemi dan teknisnya pun dilakukan secara daring melalui forum Google Meet dan Live Youtube.

“Semenjak ada pandemi kegiatan Madin tidak berjalan sebagaimana semestinya, mudah-mudahan secepatnya pandemi ini segera selesai, agar proses belajar, mengaji dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Walaupun ditahun ini kita menggunakan sistem Daring diharapkan baik yang di pesantren ataupun di rumah dapat mengikutinya dengan baik dan tetap istiqomah,” jelasnya.

Rasa syukur disampaikan oleh Lili Rahayu Usfatun Khasanah, S.E selaku Lurah Putri Pesma An Najah, karena dapat kembali melaksanakan pembukaan Madin. Terkait beredarnya berita mengenai kluster pesantren, ia menegaskan bahwa pesantren pun sudah mengambil langkah-langkah pencegahan dan memperpanjang surat edaran lockdown. Hal tersebut sebagai asitisipasi dan demi kenyamanan bersama agar santri selalu sehat.

Dalam mau’idotul khasanahnya, pengasuh Pesma An Najah Purwokerto K. H., Dr. Mohammad Roqib, M.Ag, menyampaikan tiga poin penting terkait dengan kegiatan Madrasah Dinniyah dan  pesantren.

Pertama, Madin itu seperti model sekolah, ada graduasi mata pelajaran yang ditata dan menggunakan sistem evaluasi ujian dan ada kelas-kelasnya. Sedangkan pesantren termasuk dalam pendidikan merdeka. Pembelajaran bisa di mana-mana. Jadi ada fleksibilitas tempat, waktu, dan mata ajar yang dipelajari.

Kedua, model pembelajaran online seperti sekarang ini sedang dilaksanakan hampir di seluruh pesantren, hanya tinggal konsisten atau tidak dalam pelaksanaanya.

“Semua ada ilmunya, semua ada derajat pangkatnya, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya. Belajarlah ilmu yang baik! Madrasah Diniyyah sebagai alternatif, sedangkan pesantren sebagai pilihan yang terbaik untuk istiqamah” tutur beliau.

Ketiga, bahwa setiap orang itu akan mendapatkan buah dari apa yang dilakukannya. Oleh karenanya lakukan yang terbaik. Maka paham atau tidak paham tetap istiqomah mengaji, jangan menunggu paham. Nanti Allah akan memahamkan pada waktunya. (Hilda Ariyani)

2 thoughts on “Pembukaan Madin Pesma An Najah 2020, Kukuh Mengaji di Tengah Pandemi”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *