Sejarah Pesma An najah

Pesantren Mahasiswa, disingkat Pesma, An Najah Purwokerto merupakan pesantren khusus untuk mahasiswa putra maupun putri baik dari perguruan tinggi umum maupun perguruan tinggi agama. Pola pendidikan Pesma An Najah Purwokerto menekankan pada pendidikan akhlak mulia, alQur’an Hadits dan kitab kuning, dipadukan dengan kemampuan dasar kepemimpinan, kewirausahaan serta kepenulisan karya ilmiah.

Kurikulum yang dikembangkan mengintegrasikan kurikulum pesantren salaf dan modern dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Komplek pesantren yang membaur dengan lingkungan masyarakat bertujuan agar santri terbiasa untuk hidup berdampingan dengan lingkungan sekitar, sehingga setelah mereka lulus nanti diharapkan mampu berbuat positif, berkomunikasi dan berkontribusi efektif dengan lingkungan.

Profil Pesma

Pesma An Najah disiapkan secara spiritual saat pengasuh , Dr. KH. Mohammad Roqib, M.Ag. Dan Hj. Nortri Y. Mutmainnah, S.Ag, menunaikan ibadah haji tahun 1430 H/2009 M, dan setelah bersilaturahmi ke kyai-kyai sepuh untuk mendapatkan restu dan doanya. Berbekal pengalaman mengelola pesantren mahasiswa di Krapyak Yogyakarta selama 11 tahun, ia berkeinginan untuk mendirikan pesantren mahasiwa di Purwokerto. Kemudian pesma diresmikan secara formal dengan ijin Kementrian Agama pada tanggal 4 Maret 2010, yang dikelola di bawah Yayasan Pesantren Mahasiswa An Najah dengan akta Notaris 06 tanggal 5 Januari 2013, dengan keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU-4796.AHA.01.04 Tahun 2013 pada tanggal 27 Agustus 2013.

Selain pendidikan keislaman, Pesma An Najah juga mengakomodasi pengembangan bakat dan minat santri dengan dibentuknya berbagai organisasi santri mahasiswa yang disingkat OSMA. Osma ada yang bersifat wajib dan pilihan. Osma yang bersifat wajib yaitu pramuka dimana seluruh santri wajib mengikuti osma tersebut sedangkan osma yang bersifat pilihan yaitu Pondok Pena (pengembangan kepenulisan sastra dan karya ilmiah), Lutfunnajah (bidang musik dan olah vocal), An-Najah Kreatif (pengembangan kreatifitas santri), An Najah Enterpreneur Club (pengembangan bisnis), NH Perkasya (pengembangan pencak silat), Aarjec(pengembangan bahasa arab, inggris, jawa).

Pesantren juga mewadahi santri yang ingin berlatih wirausaha dengan mendirikan An Najah Bookstore dan Najah Mart. Bagi santri yang berminat belajar perikanan juga difasilitasi berupa 12 kolam terpal yang kini dimanfaatkan untuk budidaya ikan lele. Selain itu juga ada beberapa lahan kosong yang oleh para santri ditanami aneka sayuran sebagai upaya ketahanan pangan.

Pesma An Najah telah memproklamirkan dirinya sebagai pesantren kepenulisan dengan ketrampilan utama kepenulisan. Menyandang predikat Pesantren Kepenulisan bukanlah hal yang ringan karena tradisi menulis masih menjadi keterampilan langka yang diimpikan.

Sebagai pesantren kepenulisan, Pesma mendukung greget kepenulisan yang dilakukan oleh ustadz dan juga santri melalui mading pesantren, website pesantren, buletin An Najah Kreatif, komunitas Pondok Pena dan forum Blakasuta (Blak-blakkan Sastra untuk Tanah Air) serta penerbitan Pesma An Najah Press.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kecintaan masyarakat santri dan khalayak luas pada dunia sastra dan kepenulisan, Pesma An Najah secara rutin mengadakan agenda akbar kepenulisan yang sekaligus menjadi akhirusanah-nya pesantren yakni acara “Pesantren Menulis”.

Acara yang dihelat setiap dua tahun sekali ini menyajikan lomba pembacaan puisi dan lomba cipta karya tulis baik itu berupa esai maupun cerpen. Pesantren Menulis merupakan acara akbar dengan kepesertaan tingkat nasional.

Visi dan Misi

Visi

Sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam mengembangkan subyek didik sebagai individu sekaligus anggota sosial yang relegius, cerdas, inklusif, dan humanis.

 

Misi